PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI
1. Pengertian Keputusan
Pengambilan keputusan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi individu maupun organisasi. Mengambil keputusan kadang-kadang mudah tetapi lebih sering sulit sekali. Kemudahan atau kesulitan mengambil keputusan tergantung pada banyaknya alternatif yang tersedia. Semakin banyak alternatif yang tersedia, kita akan semakin sulit dalam mengambil keputusan. Keputusan yang diambil memiliki tinkat yang berbeda-beda. Ada keputusan yang tidak terlalu berpengaruh terhadap organisasi, tetapi ada keputusan yang dapat menentukan kelangsungan hidup organisasi. Oleh karena itu, hendaknya mengambil keputusan dengan hati-hati dan bijaksana.
Keputusan adalah sesuatu pilihan yang diambil diantara satu atau lebih pilihan yang tersedia.
2. Jenis-Jenis Keputusan
Jenis Keputusan dalam sebuah organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersebut. Bagian mana organisasi harus dilibatkan dalam mengambil keputusan, dan pada bagian organisasi mana keputusan tersebut difokuskan.
Secara garis besar keputusan digolongkan ke dalam keputusan rutin dan keputusan yang tidak rutin. Keputusan rutin adalah keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang, dan biasanya telah dikembangkan cara tertentu untuk mengendalikannya. Keputusan tidak rutin adalah keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin.
Dalam mengambil keputusan, baik yang bersifat rutin maupun tidak, ada dua metode yang digunakan. Metode pertama adalah metode tradisional, dimana pengambilan keputusan lebih berdasarkan pada intuisi dan kebiasaan. Metode yang kedua adalah metode modern, dimana pengambilan keputusan didasarkan pada perhitungan matematis dan penggunaan instrumen yang bersifat modern, seperti komputer dan perhitungan statistik.
Pengambilan keputusan berdasrkan metode ada 2, yaitu tradisional dan modern. Pengambilan keputusan secara garis besar ada 2, yaitu rutin dan tidak rutin.
3. Tingkat Pengambilan Keputusan
Banyak jenis keputusan yang berbeda harus dibuat dalam organisasi. Seperti bagaimana membuat suatu produk, bagaimana memelihara mesin, bagaimana menjamin kualitas produk dan bagaimana membentuk hubungan yang saling menguntungkan dengan pelanggan.
Dengan keputusan yang berbeda ini, beberapa tipe dasar pemikiran harus dikembangkan untuk menetapkan siapa saja yang memiliki tanggung jawab untuk membuat keputusan dalam organisasi.
Pemikiran tersebut didasarkan pada dua faktor berikut :
Sejauh mana keputusan yang diambil akan mempengaruhi pihak lain.
Tingkat manajemen.
Keputusan yang diambil mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh terhadap organisasi secara umum, tetapi bisa saja sebaliknya. Semakin banyak pengaruh keputusan yang diambil terhadap organisasi tersebut, semakin vital keputusan tersebut. Tingkatan pada manajemen menuntuk pada manajemen tingkat bawah, menengah, dan atas. Dasar pemikiran untuk menentukan siapa yang akan mengambil keputusan adalah semakin besar pengaruh keputusan yang diambil terhadap organisasi (yang artinya semakin vital keputusan tersebut) maka semakin tinggi tingkatan manajer yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan tersebut.
Walaupun seseorang wirausahawan memiliki tanggung jawab dalam pembuatan keputusan tertentu, tidak berarti ketika mengambil keputusan tidak membutuhkan bantuan orang lain, terutama anggota organisasinya.
Ada sebuah cara yang disebut “konsensus” yang biasa digunakan wirausahawan untuk mendorong anggota organisasi terlibat dalam pengambilan keputusan tertentu. Konsensus adalah persetujuan dalam pengambilan keputusan oleh semua individu yang terlibat didalamnya. Konsensus biasanya terjadi setelah pertimbangan dan pembahasan mendalam yang lama oleh anggota-anggota dari kelompok yang mengambil keputusan.
Keputusan melalui konsensus memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihannya : Seorang wirausaha dapat lebih memanfaatkan perhatian pada konsep, sementara anggota organisasi lainnya mengembangkan konsep dasar tersebut menjadi sebuah keputusan konkrit dan dapat diambil.
Kekurangannya : terlalu banyak orang yang dilibatkan, amak pengambilan keputusan memakan waktu yang relatif lama dan biayanya yang relatif mahal.
4. Proses pengambilan keputusan
Proses pengambilan keputusan didefinisikan sebagai langkah yang diambil oleh pembuat keputusan untuk memilih alternatif yang tersedia. Adapun langkah sistematis yang harus dilakukan dalam proses pengambilan keputusan adalah sebgai berikut :
Mengidentifikasi atau mengenali masalah yang dihadapi
Mencari alternatif perusahaan bagi masalah yang dihadapi
Memilih alternatif yang paling efisien dan efektif untuk memecahkan masalah
Melaksanakan alternatif tersebut
Mengevaluasi apakah alternatif yang dilaksanakan berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan.
Berikut ini merupakan penjabaran proses pengambilan keputusan.
1. Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan pada dasarnya adalah proses pemecahan masalah yang menghalangi atau menghambat tercapainya tujuan. Agar masalah dapat dipecahkan, terlebih dahulu harus dikenali apa masalahnya.
2. Mencari alternatif pemecahan
Setelah masalh dikenali maka dapat dilakukan pencarian terhadap alternatif-alrternatif yang mungkin dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Dalam mencari alternatif hendaknya tidak mamikirkan masalah efisiensi dan efektifitas. Ynag terpenting adalah mengumpulkan sebanyak-banyaknya alternatif. Setelah alternatif terkumpul, barulah disusun berurutan dari yang paling diinginkan sampai yang tidak diinginkan.
3. Memilih alternatif
Setelah alternatif tersusun, barulah dapat dilakukan pilihan alternatif yang dapat memberikan manfaat, dalam arti dapat memecahkan masalah dengan cara yang paling efektif dan efisien. Sebelum menjatuhkan pilihan pada sebuah alternatif, ajukan pertanyaan untuk tiap-tiap alternatif.
4. Pelaksanaan alternatif
Setelah alternatif dipilih, tibalah saatnya melaksanakannya ke dalam bentuk tindakan. pelaksanaan harus sesuai denga rencana, agar tujuan memecahkan masalh dapat tercapai.
5. Evaluasi
Setelah alternatif dilaksanakan, bukan berarti proses pengambilan keputusan telah selesai. Pelaksanaan alternatif harus terus diamati, apakah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Bila langkah-langkah pelaksanaan telah dilakukan dengan benar tetapi hasil yang dicapai tidak maksimal, sudah waktunya untuk mempertimbangkan kembali pemilihan alternatif lainnya. Tidak maksimalnya hasil yang dicapai mungkin terjadi karena pengaruh negatif potensial benar-benar terjadi, atau mungkin pengaruh negatif yang tadinya tidak diperkirakan.
Langkah proses pengambilan keputusan ada 5, yaitu identifikasi masalah, mencari alternatif pemecahan, pelaksanaan alternatif, dan evaluasi.
Senin, 04 Mei 2015
Senin, 30 Maret 2015
BEKERJA SAMA DALAM KELOMPOK
NAMA : MOCHAMMAD ILMAN SAM
NPM : 15113561
KELAS : 2KA13
TEORI ORGANISASI UMUM 2
NPM : 15113561
KELAS : 2KA13
TEORI ORGANISASI UMUM 2
BERKERJA SAMA DALAM
KELOMPOK
Berkerja sama dalam Kelompok (team work) berarti melakukan suatu
aktivitas kerjasama lebih dari 1 orang yang tentunya beranggotakan
orang – orang yang memiliki keahlian yang berbeda-beda dan di
koordinasikan untuk berkerja sama kepada pemimpin. Saling ketergantungan yang kuat satu
sama lain .Berkerja sama Kelompok sama dengan halnya membangun atau mengejar
visi dan misi yang di tuju dengan cara memikul beban yang sama dengan
berkomitmen untuk mencapai target yang sudah di sepakati dengan
cara yang efektif dan efesien. Beberapa dimensi penting dalam kerja sama adanya
anggota kelompok , peran , tugas dan tujuan.
Pengertian kerjasama
dalam ilmu lain
Berdasarkan ilmu
ekologi ,diartikan
sebagai kegiatan bersama yang saling menguntungkan
antar organisme dalam mencakup wilayah tertentu.
Berdasarkan ilmu ekonomi , di artikan sebagai hubungan antar individu untuk mendapatkan
hasil produksi dan pemasaran untuk keuntungan bersama.
Berdasarkan ilmu sosiologi di
artikan segala aktivitas untuk mendapatkan keuntungan atas pihak yang terkait.
Ada tipe tiga team
work
Self managed team Sebuahtimuntukmemperbaikiproduktivitasdenganmemberikankewenanganpadakelompokuntukmengarurkinerjamerekadanmenentukanmetodekerja
,mengawasianggotadanmemeberikan reward danhukumanbagianggota yang merekrut.
Problem solving team
Suatu team
yang di bentuk untuk mengatasi masalah yang
muncul dalam upaya memeperbaiki produktivitas. Tim ini
adalah mengidentifikasi berbagai masalah , mendiskusikan bagaimana memecahka
nmasalah tersebut.
Cross fungsional team
Sebuah tim yang di
tunjukan untuk menyelesaikan tugas – tugas khusus, misalnya pengembangan.
Anggota ini memiliki keahlian dan orientasi yang berbeda.
Kerjasama dan manfaatnya
Kerjasama dapat menambah produktivitas dan meningkatkan moral
pengurus kerjasama dalam kelompok ini akan membuahkan hasil yang akan lebih
baik terhadap tugasnya. Kerjasama tentu akan dapat menambah tanggung
jawab dalam mengerjakan tugas yang di berikan dan menambahkan kepuasan jika
menyelesaikan hasil yang memuaskan. Tentunya dengan kerjasama dapat
menghemat waktu ,tenaga dan pikiran, dapat memberikan kemungkinan pada seluruh
pihak untuk mengembangkan kemampuan dalam rangka menuju terbangunnya
kemanusiaan.
Kerjasamaakan menjadi efektif jika ;
- - Perlu memahami segala ketentuan dan mekanisme
kerja.
- - Mengenali masalah dibidang lainnya.
- - Pengurus menyadari kelebihan dari anggota-anggota
dalam bidang yang di tekuni/dikuasai.
- - Setiap anggota atau pengurus ikut serta
memecahkan masalah.
Beberapa hal yang dapat mendukung terjalinnya kerjasama
- - Saling keterbukaan dalam kelompok.
- - Adanya komunikasi saat kerja sama dengan
Kelompok.
- - Mengerti kelemahan orang lain dan saling
membantu.
- - Melibatkan orang lain.
Kelemahan berkerja sama dalam kelompok
- - Tidak adanya komunikasi dalam kelompok
- - Saling tertutup
- - Lemahnya dalam individual tugas yang di
berikan
- - Adanya batasan
Antara pemimpin dan anggota.
Jumat, 28 November 2014
Biografi Coldplay
Coldplay merupakan sebuah band asal Inggris yang beranggotakan 4
orang anak muda. Menghargai hidup dan berbuat sebaik-baiknya
bagi diri sendiri dan orang lain, menjadi dasar mereka dalam
menciptakan lagu. Plain dan simpel. Padahal lirik-lirik dalam lagu me
Coldplay merupakan sebuah band asal Inggris yang beranggotakan 4
orang anak muda. Menghargai hidup dan berbuat sebaik-baiknya
bagi diri sendiri dan orang lain, menjadi dasar mereka dalam
menciptakan lagu. Plain dan simpel. Padahal lirik-lirik
dalam lagu mereka tercipta di masa-masa maraknya hip metal yang
sebagian besar berisikan isu kebobrokan sistem, keputusasaan dan
kemarahan terhadap dunia sekitar. Tapi begitulah mereka. Mereka tidak
mau terjebak dalam hal tersebut. Mereka memilih menjadi diri
sendiri.
Kisah
Coldplay berawal dari meja bilyar. Tepatnya sebuah meja bilyar
yang terletak di sebuah pub tak jauh dari kampus mereka,
University College of London. Satu malam di pertengahan tahun
1996, dua orang mahasiswa tampak asik bermain bilyar. Mereka
adalah Jonny Buckland dan Chris Martin. Walaupun beda jurusan –
Jonny kuliah di jurusan Matematika dan Astronomi, sedangkan Chris
menekuni Sejarah Dunia Kuno – kedua cowok ini sudah lengket satu
sama lain atas nama musik.
Nggak
berapa lama meja itu nambah satu pemain. Kali ini adalah seorang
mahasiswa jurusan Antropologi yang sempet beberapa lama jadi
rekan se-tim chris di lapangan hoki kampus. Namanya Will
Champion. Sembari terus bermain serta sesekali menenggak bir,
ketiga cowok ini ngobrol dan mereka-reka kemungkinan buat
sama-sama membentuk sebuah band. Yang pertama kali melontarkan
gagasan adalah Chris Martin. Itu dicetuskannya lantaran vokalis
yang gape memetik gitar akustik dan piano ini nggak puas sama
bandnya saat itu, Pectoralz. Ajakan itu ditangapi serius sama Will.
Padahal saat itu ia sudah tercatat sebagai personal band Fat Hamster.
serupa juga sambutan dari Jonny. Cowok kelahiran Mold, wales
Utara ini, malah langsung ngusulin nama Guy Berryman, temennya di
asrama buat melengkap formasi band. Begitu dihubungi, Guy
langsung menganggukkan kepalanya. Maklum, mahasiswa jurusan
Teknik itu lagi suntuk terus-terusan mainin aliran progresif sama
bandnya, Time Out. “Band itu gawat bener. Gara-gara personel
yang paling jago di situ tuh ngefans berat sama Genesis, yang
lainnya harus ikutin kemauannya. ue tersiksa banget ngiringin
solo instrumen yang lama-lama jadi kedengaran nggak masuk akal !”
kenang Guy
Setelah semua lini terisi, band yang sampe saat itu belum mempunyai nama itu segera menggelar workshop
di gudang kosong yang ada di asrama mereka. Sesekali mereka boleh
berlatih di ruang musik milik kampus. Selain menyamakan persepsi
dengan ngebawain lagu-lagu milik band lain, mereka juga coba-coba
bikin lagu sendiri. “Apa yang ada di kepala kami saat itu cuma
musik, musik dan musik. Inti dari workshop sendiri adalah
berusaha mengeluarkan yang terbaik dari tiap personel dan
menkolaborasikannya menjadi sesuatu.” ingat Chris.
Saking getolnya bermusik, mereka nggak sempet mikirin
soal nama band. Memang mereka pernah melontarkan nama-nama
seperti Stepney, Green atau Starfish. Ujung-ujungnya, mereka
memilih nama Coldplay, yang merupakan nama band milik salah
seorang temen mereka yang udah bubar. “Pokoknya jangan pernah
tanya apa arti ‘Coldplay’. Soalnya kami sendiri nggak pernah
mikirin. Saat itu, cuma kata itulah yang paling masuk akal bagi kami
ketimbang pilihan nama lainnya !” ungkap Chris cuek.
Memasuki 1998, Chris cs sepakat buat merekam sebagian materi yang dianggap udah mantap sebagai demo. bermodal beberapa ratus pounds mereka
menyewa Sync City Studios dan mulai menggarap demo. Entah
kesambet setan mana, rencana membuat demo itu di tengah jalan
berkembang menjadi mini album, yang nantinya bakal diedarkan
sendiri. Jadilah tuh demo diperbanyak sampe sekitar 500 keping CD
dan dirilis pada bulan Mei tahun yang sama dengan titel Safety.
Nggak disangka dari 500 keping yang diedarkan di seputar London, hanya sekitar 50 keping yang tersisa. Nama Coldplay
mulai terdengar gaungnya. Beruntung, ada beberapa keping CD yang
udah tersebar itu jatuh ke tangan yang tepat. Siapa lagi kalo
bukan petinggi-petinggi perusahaan rekaman. Alhasil nggak nyampe
setahun kemudian Coldplay teken kontrak pertamanya dengan
Parlophone Records.
Biar
udah punya kontrak rekaman, kuartet ini tetap merasa perlu
mempertinggi jam terbang di atas panggung. Mereka sadar betul
kalo Coldplay tuh tergolong ‘BTL’ alias ‘band tembak langsung’,
yang go straight ke dapur rekaman tanpa pengalaman manggung.
reka
tercipta di masa-masa maraknya hip metal yang sebagian besar
berisikan isu kebobrokan sistem, keputusasaan dan kemarahan
terhadap dunia sekitar. Tapi begitulah mereka. Mereka tidak mau
terjebak dalam hal tersebut. Mereka memilih menjadi diri sendiri.
Kisah
Coldplay berawal dari meja bilyar. Tepatnya sebuah meja bilyar
yang terletak di sebuah pub tak jauh dari kampus mereka,
University College of London. Satu malam di pertengahan tahun
1996, dua orang mahasiswa tampak asik bermain bilyar. Mereka
adalah Jonny Buckland dan Chris Martin. Walaupun beda jurusan –
Jonny kuliah di jurusan Matematika dan Astronomi, sedangkan Chris
menekuni Sejarah Dunia Kuno – kedua cowok ini sudah lengket satu
sama lain atas nama musik.
Nggak
berapa lama meja itu nambah satu pemain. Kali ini adalah seorang
mahasiswa jurusan Antropologi yang sempet beberapa lama jadi
rekan se-tim chris di lapangan hoki kampus. Namanya Will
Champion. Sembari terus bermain serta sesekali menenggak bir,
ketiga cowok ini ngobrol dan mereka-reka kemungkinan buat
sama-sama membentuk sebuah band. Yang pertama kali melontarkan
gagasan adalah Chris Martin. Itu dicetuskannya lantaran vokalis
yang gape memetik gitar akustik dan piano ini nggak puas sama
bandnya saat itu, Pectoralz. Ajakan itu ditangapi serius sama Will.
Padahal saat itu ia sudah tercatat sebagai personal band Fat Hamster.
serupa juga sambutan dari Jonny. Cowok kelahiran Mold, wales
Utara ini, malah langsung ngusulin nama Guy Berryman, temennya di
asrama buat melengkap formasi band. Begitu dihubungi, Guy
langsung menganggukkan kepalanya. Maklum, mahasiswa jurusan
Teknik itu lagi suntuk terus-terusan mainin aliran progresif sama
bandnya, Time Out. “Band itu gawat bener. Gara-gara personel
yang paling jago di situ tuh ngefans berat sama Genesis, yang
lainnya harus ikutin kemauannya. ue tersiksa banget ngiringin
solo instrumen yang lama-lama jadi kedengaran nggak masuk akal !”
kenang Guy
Setelah semua lini terisi, band yang sampe saat itu belum mempunyai nama itu segera menggelar workshop
di gudang kosong yang ada di asrama mereka. Sesekali mereka boleh
berlatih di ruang musik milik kampus. Selain menyamakan persepsi
dengan ngebawain lagu-lagu milik band lain, mereka juga coba-coba
bikin lagu sendiri. “Apa yang ada di kepala kami saat itu cuma
musik, musik dan musik. Inti dari workshop sendiri adalah
berusaha mengeluarkan yang terbaik dari tiap personel dan
menkolaborasikannya menjadi sesuatu.” ingat Chris.
Saking getolnya bermusik, mereka nggak sempet mikirin
soal nama band. Memang mereka pernah melontarkan nama-nama
seperti Stepney, Green atau Starfish. Ujung-ujungnya, mereka
memilih nama Coldplay, yang merupakan nama band milik salah
seorang temen mereka yang udah bubar. “Pokoknya jangan pernah
tanya apa arti ‘Coldplay’. Soalnya kami sendiri nggak pernah
mikirin. Saat itu, cuma kata itulah yang paling masuk akal bagi kami
ketimbang pilihan nama lainnya !” ungkap Chris cuek.
Memasuki 1998, Chris cs sepakat buat merekam sebagian materi yang dianggap udah mantap sebagai demo. bermodal beberapa ratus pounds mereka
menyewa Sync City Studios dan mulai menggarap demo. Entah
kesambet setan mana, rencana membuat demo itu di tengah jalan
berkembang menjadi mini album, yang nantinya bakal diedarkan
sendiri. Jadilah tuh demo diperbanyak sampe sekitar 500 keping CD
dan dirilis pada bulan Mei tahun yang sama dengan titel Safety.
Nggak disangka dari 500 keping yang diedarkan di seputar London, hanya sekitar 50 keping yang tersisa. Nama Coldplay
mulai terdengar gaungnya. Beruntung, ada beberapa keping CD yang
udah tersebar itu jatuh ke tangan yang tepat. Siapa lagi kalo
bukan petinggi-petinggi perusahaan rekaman. Alhasil nggak nyampe
setahun kemudian Coldplay teken kontrak pertamanya dengan
Parlophone Records.
Biar
udah punya kontrak rekaman, kuartet ini tetap merasa perlu
mempertinggi jam terbang di atas panggung. Mereka sadar betul
kalo Coldplay tuh tergolong ‘BTL’ alias ‘band tembak langsung’,
yang go straight ke dapur rekaman tanpa pengalaman manggung.
Boleh percaya
boleh nggak, biar udah mantap di jalur musik, Chris dkk ogah
berkiprah lebih jauh karena kuliah mereka belum selesai. Cuma Guy
aja yang ngak ngotot. Dengan beberapa pertimbangan, cowok ini
rela nggak jadi tukang insinyur demi seratus persen menekuni
musik. Begitulah. Sembari 3/4 personelnya berjuang di bangku
kuliah, Coldplay juga berusaha buat terus berproduksi. Sampai
akhirnya mereka merilis mini album lagi pada bulan April 1999. Berjudul Brothers and Sisters,
tuh album dirilis dalam jumlah tiga kali lipat lebih banyak dari
yang pertama. Album itu gak kalah larisnya. bahkan ada satu
sngel yang sempet nongkrong di top 100 tangga lagu Inggris Raya.Phil Harvey, yang menukangi manajemen Coldplay, jeli menangkap momen yang bisa melesatkan nama Coldplay. Seakan nggak mau menyia-nyiakan tren yang udah tercipta lewat Brohers and Sisters, Phil kembali menggiring Chris dkk masuk sudio rekaman buat memproduksi satu mini album lagi. Bulan Oktober 1999, mini album bertajuk The Blue Room itu dirilis. diikuti dengan sederet penampilan di berbagai festival bergengsi serta jadi pembuka buat Catatonia, jalan yang dilalui Coldplay saat itu bisa dibilang makin lapang terbentang. Tabloid musik paling bergengsi Inggris, NME, bahkan sempat menyebut mereka sebagai salah satu hottest band tahun 1999.
Seluruh fakta di atas bikin pede personel Coldplay makin berlipat-lipat. The time has come for Coldplay doing the real deal : Bikin full album !
Ternyata, jalan menuju pembuatan sebuah album penuh, nggak segampang yang dikira. Pasalnya, pihak label mereka saat itu belum terlalu yakin pada nilai jual band ini. Akhirnya, sambil mempersiapkan materi yang bakal dimuat di album penuh itu, Chris cs mutusin untuk sekali lagi merilis satu mini album. Kali ini, materinya adalah kompilasi dari yang pernah dirilis di Safety EP dan Brothers and Sisters plus beberapa materi baru. Biar masih diedarkan dalam jumlah terbatas, mini album bertitel Bigger Stronger itu terbilang sukses makin memancing perhatian khalayak. Terbukti, berbarengan dengan kemunculan album ini, muncul juga kritik yang bilang kalo Coldplay tuh nggak lebih dari sekadar pengekor Radiohead !
Kritik model begini makin santer, ketika mggak lama setelah itu, tuh band merilis singel Shiver yang keren itu. Anjing menggonggong, kafilah berlalu. Shiver kembali direspon antusias. Sempet terdafter sebagai salah satu heavy rotation songs di playlist Radio 1, videoklip singel itu juga lumayan kenceng diputer di MTV. Biar dicela kayak apapun juga, tetep aja singel itu mampu membawa Chris cs ke jenjang yang lebih tinggi dalam karir mereka. Untuk pertama kalinya, Coldplay mampu menembus jajaran Top 40 Inggris. Tapi itu belum seberapa dibanding ketika mereka melepas Yellow sebagai singel berikutnya. Singel yang dibilang Chris tercipta setelah terinspirasi sama cara bernyanyinya Neil Young itu, langsung melesat ke peringkat Top 10 Inggris dan bercokol di posisi 4 selama beberapa minggu nggak lama setelah dirilis. Lirik,“…Look at the stars/look how they shine for you/And all the things you do/And it was all yellow…” langsung jadi satu mantra wajib penggila musik di daratan nggris.
Nggak butuh waktu lama lagi bagi lagu itu jadi anthem anyar generasi yang udah bosen sama deruan gitar distorsi yang membalut lirik-lirik bertemakan kemarahan. Saking populernya, Coldplay pun jadi salah satu band yang paling ditunggu penampilannya di festival musik bergengsi Glastonbury 2000. Menurut Will, waktu itu sebelum manggung mereka nervous setengah mati sebelum naik panggung. Tapi bagaimanapun juga penampilan Coldplay selama 1 jam pada hari kedua festival itu berakhir manis.
Prestasi yang dicetak Yellow, ditambah suksesnya penampilan mereka di Glastonbury otomatis memperlancar jalan yang kudu ditempuh album debutnya yang dikasih judul Parachutes. Album itu dirilis tanggal 1 Juli 2000. Hanya dalam hitungan minggu, album berisi 11 lagu keren itu langsung meroket ke puncak tangga album terlaris di Inggris. Secara artistik, tuh album juga langsung mendapat pengakuan. Mereka sukses menyabet piala di Brits Awards, Mercury Prize, NME Carling Awards, sampai yang paling gres, Grammy Awards. Top banget ! Coldplay is now a really England’s next biggest thing !
Hebatnya lagi, apa yang udah diraih itu nggak pernah bisa merubah sifat dasar para personel Coldplay. Sopan, ramah dan rendah hati tetap jadi satu ciri yang mengemuka dari Chris, Will, Guy dan Jonny. “Kami nggak merasa perlu buat berubah. Soalnya kami cukup bersyukur sama apa yang udah kami miliki sejauh ini. Lagian kami juga nggak tau, kalo mau berubah tuh musti berubah kayak apa lagi ?” ucap Guy, polos.
“Buat kami rock ‘n roll tuh adalah kebebasan buat melakukan apa yang kami mau. Dan yang kami mau saat ini adalah gaya hidup yang biasa-biasa aja. Nggak perlu drugs apalagi jadi hedonis. Soalnya buat kami hal itu tuh basi dan klise banget. Kami nggak mau terjebak dalam klise-klise macam itu !” tandas Chris.
Perbedaan iTunes Asli dan iTunes Ripped
Q : Apa perbedaan iTunes asli dengan iTunes ripped?
A : Banyak format audio dapat ditemukan secara online, misalnya: mp3 atau wma ripped dari CD dalam bit rate yang berbeda.
iTunes asli / Untouched M4A (iTunes Plus) merupakan format resmi dari iTunes yang dioptimalkan untuk memiliki kualitas audio terbaik.
Namun, karena berbagai alasan, saat ini ada banyak M4A recoded online, berikut adalah panduan sederhana untuk mengidentifikasi Untouch M4A.
1. File harus berlabel "Purchased AAC audio file" untuk M4A berikut contoh yang bukan iTunes asli :

2. Bit Rate harus "256 kbps" (ini berlaku untuk M4A saja, M4V akan memiliki Bit Rate berbagai masing-masing), berikut contoh iTunes asli :
3. Purchase by, Account Name, Purchase Date semua harus memiliki informasi lengkap, berikut contohnya :


5. Semua Untouched M4A harus memiliki resmi "Artwork", M4A masih bisa mendapatkan Artwork Album dari toko iTunes jika tidak dihapus, tetapi untuk M4V, tidak ada cara untuk mendapatkan Artwork dari toko iTunes setelah itu tidak dihapus, jadi penting untuk menjaga Artwork asli.
6. Mengubah informasi diedit seperti judul, nomor track, komentar, lirik ... tidak dianggap sebagai M4A ripped, karena pengguna diizinkan melakukannya oleh iTunes.
7. Ketika membeli item menggunakan iTunes 11 ke atas, "Account Name" tidak akan muncul lagi, sehingga untuk item yang dibeli setelah Desember 2012, keterangan ini mungkin tidak tersedia lagi.
Kesimpulan iTunes asli yang terbaru harus memiliki :
A : Banyak format audio dapat ditemukan secara online, misalnya: mp3 atau wma ripped dari CD dalam bit rate yang berbeda.
iTunes asli / Untouched M4A (iTunes Plus) merupakan format resmi dari iTunes yang dioptimalkan untuk memiliki kualitas audio terbaik.
Namun, karena berbagai alasan, saat ini ada banyak M4A recoded online, berikut adalah panduan sederhana untuk mengidentifikasi Untouch M4A.
1. File harus berlabel "Purchased AAC audio file" untuk M4A berikut contoh yang bukan iTunes asli :
2. Bit Rate harus "256 kbps" (ini berlaku untuk M4A saja, M4V akan memiliki Bit Rate berbagai masing-masing), berikut contoh iTunes asli :
3. Purchase by, Account Name, Purchase Date semua harus memiliki informasi lengkap, berikut contohnya :
5. Semua Untouched M4A harus memiliki resmi "Artwork", M4A masih bisa mendapatkan Artwork Album dari toko iTunes jika tidak dihapus, tetapi untuk M4V, tidak ada cara untuk mendapatkan Artwork dari toko iTunes setelah itu tidak dihapus, jadi penting untuk menjaga Artwork asli.
6. Mengubah informasi diedit seperti judul, nomor track, komentar, lirik ... tidak dianggap sebagai M4A ripped, karena pengguna diizinkan melakukannya oleh iTunes.
7. Ketika membeli item menggunakan iTunes 11 ke atas, "Account Name" tidak akan muncul lagi, sehingga untuk item yang dibeli setelah Desember 2012, keterangan ini mungkin tidak tersedia lagi.
Kesimpulan iTunes asli yang terbaru harus memiliki :
1. Purchased by
2. apple ID
3. Purchase date
4. Release date
2. apple ID
3. Purchase date
4. Release date
Resep Waffle
Wafel adalah salah satu kue yang mudah membuatnya dan tidak perlu bahan mahal. Kue yang lembut dan praktis ini bisa menggunakan bahan sederhana yang ada di dapur Anda. Mari praktikkan resep wafel yang empuk dan enak ini.
Bahan Pengembang:
75 gram tepung terigu
1/2 sdm ragi instan
75 ml air hangat
Bahan:
4 butir kuning telur
3 butir putih telur
150 gram gula pasir
125 gram tepung terigu
1/2 sdm margarin, dilelehkan
1/4 sdt garam
200 ml santan dari 1/2 butir kelapa
Cara Membuat:
- Campur semua adonan biang hingga rata. Diamkan 30 menit.
- Kocok telur dan gula pasir sampai mengembang, sisihkan.
- Campur adonan biang, tepung terigu, margarin dan garam, aduk hingga rata.
- Tuangkan santan sedikit-demi sedikit, aduk rata.
- Tuangkan kocokan telur, aduk rata.
- Diamkan adonan hingga 2 jam.
- Panaskan cetakan wafel, oles dengan margarin tipis.
- Tuang adonan hingga 3/4 bagian cetakan.
- Biarkan setengah matang. Baling cetakan dan tunggu hingga wafel matang.
- Sajikan wafel selagi hangat dengan topping selai cokelat atau taburan keju parut.
5 Pantai Paling Indah Di Indonesia
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di Dunia, Luas lautan Indonesia yaitu 5,8 juta km2. Tidak heran jika Indonesia di penuhi oleh Pantai-pantai yang eksotis yang memukau dan enak untuk memejamkan mata. Nah, pantai-pantai berikut ini merupakan merupakan pantai terindah yang sangat besar di Indonesia.
1. Pantai Parai Tenggiri, Bangka Belitung
2. Pantai Parangtritis, Yogyakarta
1. Pantai Parai Tenggiri, Bangka Belitung
2. Pantai Parangtritis, Yogyakarta
3. Pantai Bunaken, Manado
4. Pantai Sanur, Bali
5. Pantai Pangandaran, Jawa Barat
Demikian daftar pantai Paling terindah di Indonesia.
Salam Ilman Sam !
Tips Mengisi Baterai iPhone Dua Kali Lebih Cepat
Apakah Kita selalu tidak sabar menunggu iPhone terisi penuh? Okelah, yang perlu Kita lakukan adalah melatih kesabaran, atau mungkin mempelajari tips singkat ini.
Nyalakan Airplane Mode terlebih dahulu saat mengisi baterai iPhone. Airplane Mode akan mematikan jaringan telepon secara total, sehingga setiap tetes listrik akan dipakai cuma buat mengisi baterai.
Kekurangan dari tips ini adalah iPhone tidak bisa dipakai buat menerima pesan, menerima telepon, dan mengakses Internet, tentu saja karena ia tidak bisa mengakses jaringan telepon. Namun bagi yang memang berharap iPhone bisa lebih cepat terisi penuh, maka tidak ada salahnya menerapkan tips satu ini.
Note: Untuk pengguna Android juga bisa mencoba tips diatas ini
Langganan:
Postingan (Atom)