Minggu, 02 November 2014

Resume Kelompok 2

RESUME
  Kelompok 2 Softskill : "Konflik Dalam Organisasi"
KONFLIK DALAM ORGANISASI

Konflik adalah adanya pertentangan yang timbul didalam seseorang maupun dengan orang lain yang terdapat dilingkungan sekitarnya. Didalam suatu organisasi, konflik biasanya baru akan terasa serius ketika salah satu pihak ada yang merasa terhalang atau terhambat mencapai tujuan awal organisasi tersebut dikarenakan oleh pihak lain.
Ada beberapa macam cara menyelesaikan konflik yang baik diantaranya adalah sebagai berikut :
-Integrating (Problem Solving). Cara menyelesaikan konflik ini cocok untuk memecahkan masalah yang kompleks yang disebabkan karena salah paham (Missunderstanding). Cara menyelesaikan konflik ini memerlukan waktu  yang lama dalam penyelesaian masalah karena cara ini harus mengidentifikasikan masalah terlebih dahulu, kemudian mempertimbangkan dan memilih alternatif pemecahan masalahnya.
-Obliging (Smoothing). Cara menyelesaikan konflik ini lebih memuaskan perhatian pada upaya untuk memuaskan pihak lain daripada diri sendiri, karena berupaya mengurangi perbedaan – perbedaan dan menekankan pada persamaan atau kebersamaan diantara pihak –pihak yang terlibat.
Dominating (Forcing). Cara menyelesaikan konflik ini berorientasi pada diri sendiri yang tinggi, dan rendahnya kepedulian terhadap kepentingan orang lain. Cara ini cocok digunakan jika cara-cara yang tidak populer hendak diterapkan dalam penyelesaian masalah, masalah yang dipecahkan tidak terlalu penting dan waktu untuk mengambil keputusan sudah mepet. Gaya ini sering disebut memaksa sehingga tidak cocok dalam penyelesaian masalah yang memerlukan partisipasi dari mereka yang terlibat.
-Avoiding (Menghindar). Cara ini cocok untuk menyelesaikan masalah yang sepele. Strategi penghindaran adalah jika kita menghadapi situasi yang membingungkan atau mendua.
Compromising. Cara menyelesaikan konflik ini menampilkan seseorang pada posisi yang moderat, yang secara seimbang memadukan antara kepentingan sendiri dan kepentingan orang lain. Cara ini cocok untuk menangani masalah yang melibatkan pihak – pihak yang memiliki tujuan berbeda tetapi memiliki kekuatan yang sama.
Konflik didalam organisasi merupakan hal yang wajar terjadi. Karena organisasi adalah gabungan atau kumpulan orang – orang dengan berbagai ide dan juga pendapat sehingga pasti akan muncul perbedan- perbedaan pendapat yang dapat memicu suatu konflik didalam organisasi tersebut.

Pertanyaan :
1. Berikan contoh konflik dalam organisasi dan cara menanganinya!
          Jawab : Contoh konflik dalam organisasi yaitu terjadinya perbedaan pendapat saat pemilihan pengurus yang baru. Cara penanganan konflik dapat dilakukan secara berkala, dimulai dari integrating (problem solving) sampai dengan compromising tergantung besar kecilnya dan rumitnya permasalahan didalam organisasi tersebut.
2. Bagaimana tanggapan kalian tentang konflik sidang saat pemilihan ketua DPR? 
          Jawab : Pendapat saya saat pemilihan ketua DPR sangatlah tidak baik hal-hal yang di lakukan oleh para calon anggota DPR sebagai wakil rakyat atau suara rakyat, melakukan tindakan yang tidak terpuji, ingin mengutarakan pendapat dengan cara yang salah dalam mengikuti tersebut dan melanggar tata tertib dalam persidangan.
3. Bagaimana dampak organisasi menyelesaikan konflik yang baik dengan cara problem solving ? 
          Jawab : Dampaknya sangat tidak baik/buruk bagi suatu organisasi karena membutuhkan waktu yang lama dalam penyelesaian masalah sehingga sangat tidak cocok dalam menyelesaikan masalah yang harus langsung menentukan keputusan. 
4. Contoh konflik yang meninggalkan partai Gerindra, Tindakan tersebut menurut anda benar atau salah? 
          Jawab : Maaf, untuk saat ini Saya tidak dapat berkomentar saya orang yang tidak begitu mengerti tentang politik yang tidak dapat menilai begitu saja apakah yang di lakukan bapak ahok itu benar atau salah.
5 Diantara 5 penyelesaian masalah, cara yang paling efektif dalam penyelesaian konflik yang mana?. 
          Jawab : Menurut saya cara yang paling efektif dalam penyelesaian konflik tidak ada karena dalam menyelesaikan konflik terdapat tingkatan-tingkatan dalam penyelesaiannya tergantung permasalahannya dan itu semua mengikuti alur dalam menyelesaikannya. 

Resume Kelompok 1

RESUME

Kelompok 1 Softskill : "Arti Penting Organisasi Dalam Bermasyarakat"

ARTI PENTING ORGANISASI DALAM BERMASYARAKAT

Organisasi itu merupakan sekumpulan individu yang membuat sebuah perkumpulan dengan visi dan misi yang sama dan beraneka ragam demi mencapai tujuan bersama. Karena pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri atau individu dalam menjalankan kehidupan, organisasi ada beberapa macam terdapat organisasi kecil maupun organisasi besar.

Ciri - Ciri Organisasi, antara lain :

- Adanya komponen (atasan dan bawahan).
- Adanya aturan  dan format yang di bentuk yang harus di taati.
- Adanya tujuan yang jelas.
- Adanya kerja sama.
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.

Unsur-Unsur dalam organisasi : 

- Sebagai wadah atau tempat untuk berkerja sama.
- Proses kerja sama sedikitnya antara dua orang.
- Unsur tanggung jawab.
- Jelas tugas dan kedudukannya masing - masing.
- Unsur partisipasi/keikut sertaan.


Prinsip - prinsip dalam organisasi :

- Prinsip tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya
- Prinsip rentang pengendalian.
- Prinsip fleksibilitas.
- prinsip kepemimpinan.
- Prinsip pedelegasian wewenang

Berorganisasi dalam bermasyarakat sangatlah penting dalam menjaga kesatuan dan keutuhan dalam bermasyarakat dan dapat mempererat silahturahmi maupun bersosialisasi dan dapat menghasilkan masyarakat yang aktif.

Pertanyaan :
         1.   Bagaimana tanggapan anda tentang  organisasi yang menyimpang ?
            Jawab : Tanggapan saya tentang organisasi yang menyimpang adalah organisasi merupakan tempat aktualisasi diri masyarakat, organisasi dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu dan dengan visi dan misi yang jelas, apabila terbentuk organisasi yang menyimpang bukan karena tujuan atau pun visi dan misi dari organisasi tersebut namun tergantung dari para anggota organisasi tersebut dapat menjaga tujuan dan visi dan misi mereka atau menjadi organisasi yang menyimpang dan adanya gangguan atau unsur eksternal yang dapat membuat organisasi itu dapat menyimpang.
      
   2. Organisasi yang dulu dan sekarang berbeda, Organisasi juga tidak harus bertatap muka. Tanggapan mengenai hal itu bagaimana dan apa sisi baiknya ? 
             Jawab : Tanggapan saya dalam hal ini adanya dua sisi yaitu baik dan buruk. Dijaman era modern seperti ini media sisoal dapat di akses melalui ponsel & gadget, sebuah organiasi cenderung berorganisasi menggunakan teknologi, membuat kedekatan antara sesama anggota sedikit berkurang dan biasanya terdapat kecanggungan bila berorganisasi melalui sebuah teknologi  namun di balik itu semua menggunakan teknologi dalam berorganisasi dapat mengurangi biaya dalam berorganisasi, dan dapat kapan saja berinteraksi satu sama lain.
     
      3. Sebutkan contoh organisasi informal !  
                  Jawab : Arisan ibu-ibu, komunitas, belajar bersama, dan lain-lain.

            4. Sebutkan Contoh organisasi formal ! 
                  Jawab : FPI,OSIS, BEM, dan lain-lain.
  
      5. Sebutkan contoh organisasi yang bergerak dibidang sosial !
                  Jawab : Posyandu, SAR, PMI, Karang Taruna, dan lain-lain.
 

Kamis, 09 Oktober 2014

Teori Organisasi Umum "Opini"

Opini untuk Bu Ira

Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bu Ira yang telah memberikan tugas Softskill ini.

Menurut saya cara mengajar dosen mata kuliah Teori Organisasi Umum (softskill) kali ini berbeda dengan pengajaran dosen softskill 2 semester sebelumnya. Bu Ira tegas dalam mengajar namun dengan pengajaran yang benar. Contohnya itu pertama kali masuk kekelas, Bu Ira memberikan tugas yang menurut saya berbeda dengan dosen softskill saya sebelumnya. Beliau memberikan tugas kelompok , memberikan tugas 15 artikel yang original saya sendiri, membuat opini tentang Bu Ira, dan 1 hal yang membuat saya termotivasi dalam belajar adalah ketika Bu Ira memberi tahu 10 point penting dalam hal ketika kelak saya akan terjun kedunia kerja. Walaupun itu masih jauh namun karena kata-kata beliau tersebut saya termotivasi untuk lebih giat untuk nantinya. :)

Softskill: Teori Organisasi Umum "Konflik dalam Organisasi"

Tugas Kelompok Soft Skill :
Konflik Di Dalam Organisasi


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEit2bvXqlrt98obrTfDMK0AujkyAJDuw8zbz1OM_OHs2Fj1U9TzobT1Sx9yyfP4yYYd8zkuUbslWZ2j95z5LFgK3xc9HrW182xG-wB2mQYPl_XYPymPRv-txBhQanPSeQ0z36aZU9LAQT_1/s1600/Logo-Gundar.jpg




KELAS: 2KA13

NAMA KELOMPOK :
  • Adhy Pradana Andriansyah         ( 10113182 )
  • Aji Ariswanto                 ( 10113523 )
  • Fildzah Azka                         ( 13113472 )
  • Perdinan A.S                         ( 16113848 )
  • Senna Saputra                 ( 18113370 )
  • Bima                         ( 11113736 )
  • Mochammad Ilman Samudra ( 15113561 )
  • Ihsan Inmas Setyama                 ( 14113220 )



UNIVERSITAS GUNADARMA
2014/2015
Kata Pengantar
Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmatdan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini sesuai pada waktunya. Pembuatan makalah ini dengan tujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “Teori Organisasi Umum I” Makalah ini berjudul Konflik Dalam Organisasi. Tak lupa juga penulis ingin berterimakasih kepada Ibu Ira Phajar Lestari selaku dosen untuk mata kuliah ini.
Makalah ini akan membahas Konflik Dalam Organisasi. Penulis berharap dengan adanya makalah ini akan menambah wawasan pembaca terkait seputar konflik dalam berorganisasi.
Penulis sadar masih terdapat banyak kesalahan maupun kekurangan dalam pembuatan makalah ini, maka dari itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, penulis sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam pembuatan makalah ini.


Depok, 30 September 2014



Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang


Organisasi secara umum adalah suatu kelompok atau sebuah wadah yang dibuat untuk mencapai tujuan bersama. Tempat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi ada yang cocok satu sama lain dan ada juga yang berbeda. Adanya tau terbentuknya suatu organisasi tidak lepas dengan adanya partisipasi yang baik antar anggota satu sama lain. Dimulai dari partisipasti materi, keterlibatan jasmani, pikiran, mental maupun emosi.
Keterlibatan banyak orang dalam suatu organisasi juga mengakibatkan organisasi tersebut mengalami banyak perbedaan dari yang kecil hingga perbedaan yang besar sehingga menimbulkan konflik dalam organisasi tersebut. Namun tidak semua permasalahan yang akhirnya menimbulkan konflik adalah salah, terkadang konflik yang terjadi adalah benar salah satunya mungkin untuk memajukan organisasi itu sendiri agar dapat berjalan lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya. Maka ada baiknya ketika konflik terjadi, semua anggota organisasi berkumpul dan langsung membicarakan permasalahan tersebut dengan kepala dingin agar konflik tersebut tidak berkelanjutan dan semakin membesar. Karena semakin lama konflik yang dipendam, semakin banyak pula keterlibatan orang yang terlibat dalam masalah yang berlarut-larut akan menyebabkan konflik akan semakin lebih pelik dan pada akhirnya akan berdampak pada bubarnya organisasi tersebut dan tujuan awal organisasi pun tidak tercapai.

A.1 Maksud dan Tujuan


Maksud dan tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk membagikan informasi terkait dengan konflik dalam organisasi agar pembaca dapat lebih mengerti tentang apa itu konflik dalam organisasi dan jenis konflik apa saja yang dapat terjadi dalam suatu organisasi. pembaca juga akan mengetahui sumber apa saja yang dapat memicu tibulnya suatu konflik, dan juga bagaimana cara menyelesaikan konflik tersebut agar tidak berlarut-larut dan pada akhirnya tujuan utama organisasi tersebut dapat tercapai tanpa adanya perpecahan dalam organisasi tersebut.

A.2 Rumusan Masalah


Dalam makalah ini konflik yang akan penulis bahas adalah konflik yang terdapat dalam suatu organisasi. Berikut adalah konflik yang akan dibahas dalam makalah ini:
  1. Apakah pengertian dari konflik?
  2. Apakah jenis dan sumber konflik?
  3. Bagaimana menyelesaikan konflik yang baik?
  4. Apa contoh konflik dalam organisasi yang sedang terjadi dikehidupan sehari-hari?
BAB II
PEMBAHASAN

  1. Pengertian Konflik


Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Atau dengan bahasan umumnya konflik adalah adanya pertentangan yang timbul didalam seseorang maupun dengan orang lian yang terdapat dilingkungan sekitarnya. Dalam suatu organisasi konflik biasanya baru akan terasa membesar atau serius ketika salah satu pihak ada yang merasa terhalang atau terhambat mencapai tujuan awal organisasi tersebut dikarenakan oleh pihak lain.

B.1 Jenis dan Sumber Konflik


Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 6 macam :
  • Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))
  • Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
  • Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
  • Konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
  • Konflik antar atau tidak antar agama
  • Konflik antar politik (adanya perbedaan pendapat antar anggota dalam suatu partai)
  • konflik individu dengan kelompok (kelompok belajar disekolah)

Sumber konflik dalam organisasi pada umumnya terjadi karena hal-hal berikut:
  1. Perbedaan Individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan
Dalam suatu organisasi pasti melibatkan banyak orang yang mengakibatkan banyaknya pula individu, pendirian dan perasaan yang berbeda satu dengan yang lainnya. Maka tak jarang perbedaan ini menjadi pemicu timbulnya konflik dalam suatu organisasi.

  1. Perbedaan kepentingan antar individu
Kepentingan individu dalam suatu organisasi juga berbeda-beda. Alasan setiap individu menjadi anggota dalam organisasi pun berbeda-beda. Biasanya setiap individu mengikuti suatu organisasi agar kepentingannya sendiri atau kebutuhannya dapat terpenuhi (diluar dari tujuan utama organisasi). Maka tak jarang pula ketika kepentingan satu orang dalam organisasi dirasa tidak terpenuhi akan muncul pula konflik.

  1. Perubahan pola pikir yang mendadak
Pola pikir setiap manusia berbeda-beda. Cara berpikir dan jangka waktunya juga berbeda. Kadang dalam suatu organisasi terdapat satu individu yang mudah sekali berubah pikiran dan mengganti rencana awal organisasi tersebut sesuai dengan pikirannya sendiri sehingga mungkin akan memperlambat mencapai tujuan awal organisasi. Individu yang seperti inilah yang kerap kali menjadi sumber utama konflik dalam organisasi dimulai.

B.3 Cara menyelesaikan konflik yang baik


Terdapat beberapa macam cara untuk menyelesaikan konflik diantaranya adalah sebagai berikut:
    1. Integrating (Problem Sloving). Dalam gaya ini pihak-pihak yang berkepentingan secara bersama mengidentifikasikan masalah yang dihadapi, kemudian memori, mempertimbangkan dan memilih alternatif pemecahan masalah. Gaya ini cocok untuk memecahkan isu-isu kompleks yang disebabkan oleh salah paham (missunderstanding), tetapi tidak sesuai untuk memecahkan masalah yang terjadi karena sistem nilai yang berbeda. Kelemahan utamanya adalah memerlukan waktu yang lama dalam penyelesaian masalah.
    2. Obliging (Smoothing). Sesuai dengan posisinya dalam gambar diatas, seseorang yang bergaya obliging lebih memuaskan perhatikan pada upaya untuk memuaskan pihak lain daripada diri sendiri. Gaya ini sering pula disebut smoothing (melicinkan), karena berupaya mengurangi perbedaan-perbedaan dan menekankan pada persamaan atau kebersamaan diantara pihak-pihak yang terlibat. Kekuatan strategi ini terletak pada upaya untuk mendorong terjadinya kerjasama. Kelemahannya, penyelesaian bersifat sementara dan tidak menyentuh masalah pokok yang ingin dipecahkan.
    3. Dominating (Forcing). Orientasi pada diri sendiri yang tinggi, dan rendahnya kepedulian terhadap kepentingan orang lain, mendorong seseorang  untuk menggunakan taktik “saya menang, kamu kalah”, Gaya ini sering disebut memaksa (forcing) karena menggunakan legalitas formal dalam menyelesaikan masalah. Gaya ini cocok digunakan jika cara-cara yang tidak populer hendak diterapkan dalam penyelesaian masalah, masalah yang dipecahkan tidak terlalu penting dan waktu untuk mengambil keputusan sudah mepet. Tetapi tidak cocok untuk menangani masalah yang menghendaki partisipasi dari mereka yang terlibat. Kekuatan utama gaya ini terletak pada minimalnya waktu yang diperlukan. Kelemahannya, sering menimbulkan kejengkelan atau rasa berat hati untuk menerima keputusan oleh mereka yang terlibat.
    4. Avoiding (Menghindar). Teknik menghindar cocok untuk menyelesaikan masalah yang sepele atau rendah, atau jika biaya yang harus dikeluarkan untuk konfrontasi jauh lebih besar daripada keuntungan yang akan diperoleh. Gaya ini tidak cocok untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sulit atau “buruk”. Kekuatan dari strategi penghindaran adalah jika kita menghadapi situasi yang membingungkan atau mendua. Sedangkan kelemahannya, penyelesaian masalah hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan pokok masalah.
    5. Compromising. Gaya ini menampilkan seseorang pada posisi moderat, yang secara seimbang memadukan antara kepentingan sendiri dan kepetingan lain. Ini merupakan pendekatan saling memberi dan menerima dari pihak-pihak yang terlibat. Kompromi cocok digunakan untuk menangani maslaah yang melibatkan pihak-pihak yang memiliki tujuan berbeda tetapi memiliki kekuatan yang sama. Misalnya, dalam negosiasi kontrak antara buruh dan majikan. Kekuatan utama dari kompromi adalah pada prosesnya yang demokratis dan tidak ada pihak yang merasa dikalahkan. Tetapi penyelesaian konflik kadang bersifat sementara dan mencegah munculnya kreativitas dalam penyelesaian masalah.


B.4 Contoh konflik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari


Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai Gerindra, Ahmad Muzani menilai pengunduran diri yang diajukan Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok mengada-ada.
Sebab, dalam surat pengunduran diri kepada DPP Gerindra itu, Ahok tak menyebutkan alasannya mengundurkan diri.
"Alasan yang dikemukakan Ahok dalam surat pengunduran diri tidak disampaikan. Apakah tidak setuju Pilkada melalui DPRD atau lainnya," kata Muzani di gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/9/2014).
Anggota Komisi I DPR RI itu menuturkan, Ahok bukan kali ini saja mengancam akan hengkang dari partai berlambang kepala garuda itu.
Menurutnya, mantan Bupati Belitung Timur itu juga beberapa kali menyatakan akan keluar dari Gerindra.
"Apa yang dia mau kita tidak tahu. Kita tidak ladeni beberapa kali menyampaikan message (pesan). Kita partai yang tidak bisa digertak-gertak," tuturnya.
Muzani menceritakan, pada saat awal partainya ingin mengusung Ahok menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta pun menciptakan kontroversi yang luar biasa hebat. Hal itu didasarkan Ahok merupakan pendatang baru di Gerindra dan langsung dicalonkan di Pilkada yang cukup bergengsi.
"Pada saat itu elite maupun kader di bawah ribut. Pak Prabowo yang memutuskan bahwa Ahok akan diusung menjadi Cawagub," tandasnya.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama atau yang karib disapa Ahok mengatakan salah apabila ada yang mengatakan dirinya dipecat oleh Partai Gerindra.
Lanjut Ahok dirinya tidak dipecat melainkan  mundur dari keanggotaan partai Gerindra.
“Saya udah pikirkan itu dengan matang, sebelum mereka bilang pecat, saya sudah mundur,” ujar Ahok, di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (11/9/2014).
Ahok mengatakan dirinya sudah menyadari bahwa dengan sikapnya tersebut, akan dipecat dari Gerindra.
Sehingga lanjut Ahok dirinya memilih untuk mundur karena pendpatnya tersebut tidak akan diterima oleh partai.
“Saya tidak terlalu bodoh kok, saya 11 tahun di dunia politik, saya gak terlalu bodoh. Kalo saya dibilang tidak santun, kalau saya datang dulu  kesana, ngomongin , orang udah ngotot mau bagi-bagi kue kepala daerah, saya mau berargumentasi ngomong sampai dower pun tidak bakalan diterima,makanya saya mundur” ujar Ahok.
Untuk diketahui Ketua DPP Partai gerindra Desmond J Mahesa mengatakan Ahok masih tercatat sebagai anggota partai, surat pengunduran dirinya kan segera diproses dan diputuskan setelah masa berkabung Ketua Umum gerindra, Suhardi usai. Desmond mengatakan Ahok akan segera dipecat dari keanggotaan partai.


Berita diatas adalah satu dari sekian banyaknya contoh konflik yang terjadi pada suatu organisasi. Dalam berita diatas kita tidak dapat mengetahui dengan jelas alasan mengapa Ahok mengundurkan diri karena media banyak berpendapat baik pro maupun kontra. Pada dasarnya konflik tidak akan terjadi bila komunikasi antar anggota tidak berjalan dengan baik.
BAB III
PENUTUP

  1. Kesimpulan dan Saran


Konflik dalam suatu organisasi merupakan hal yang wajar terjadi. Karena organisasi adalah gabungan atau kumpulan orang-orang dengan berbagai ide dan juga pendapat. Hanya saja perbedaan dalam setiap penyelesaian konflik yang terjadi dalam suatu organisasi yang berbeda-beda. Tercapainya tujuan suatu organisasi akan terlihat dengan cara bagaimana anggota antar organisasi itu menyelesaikan konflik tersebut.
Maka dalam setiap konflik harus diadakan musywarah antar anggota. Dan hindari menimbun konflik berlarut-larut, ketika terjadi konflik sebaiknya segera dituntaskan dan jangan dibiarkan terlalu lama agar tujuan organisasi tetap tercapai.
Referensi

http://biruteknologi.blogspot.com/2014/01/konflik-dalam-organisasi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik
http://nidafe.wordpress.com/2013/12/25/contoh-konflik-dalam-organisasi-dan-penyelesaiannya/
Gibson, James L. Et al., 1977. Organisasi: Perilaku, Struktur, Proses. Alih bahasa oleh Adriani. Jakarta: Binarupa Aksara.
Greenhalgh, Leonard, 1999. “Menangani Konflik”. Dalam A.Dale Timpe, (Ed), Memimpin Manusia. Alih bahasa oleh Sofyan Cikmat. Jakarta: PT.Gramedia.

Senin, 16 Juni 2014

Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan kebudayaan sangat erat terkait satu sama lain. Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari-hari dan juga dari kejadian-kejadian yang sudah diatur oleh Sang Pencipta.
            Budaya tercipta/terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini.  Di samping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku.Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan  manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya Manusia.

    MANUSIA

                 Dipandang dari segi ilmu eksakta, manusia adalah kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan system yang dimiliki oleh manusia ( ilmu kimia ).Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satusama lain dan merupakan kumpulan dari energi ( ilmu fisika ). Manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia ( biologi ). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atu selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus ( ilmu ekonomi ). Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri ( sosiologi ), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan( politik ). Dan lain sebagainya.

Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi ciptaan  Tuhan yang lain. Manusia terdiri dari jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal pikiran serta hawa nafsu.  menanamkan akal dan pikiran kepada manusia agar dapat digunakan untuk kebaikan mereka masing – masing dan untuk orang di sekitar mereka. Manusia diberikan hawa nafsu agar mampu tetap hidup di bumi ini.Manusia diturunkan ke bumi oleh Tuhan agar dapat menjadi khalifah dan pemimpin. Menghuni bumi yang kita tinggali sekarang ini untuk melanjutkan hidup sebelum kembali kepada-Nya. Salah satu hakekat manusia lainnya ialah manusia sebagai makhluk sosial, hidup berdampingan satu sama lain, berinteraksi dan saling berbagi.

     KEBUDAYAAN

Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
       Banyak pakar dalam bidang sosial mendefinisikan kebudayaan secara istilah, diantaranya dua antropolog Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski yang mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain (superorganic). Karena pengertian kebudayaan meliputi berbagai bidang, maka sulit ditentukan arti dari kebudayaan. Contohnya dalam keseharian, istilah kebudayaan diartikan dengan kesenian, entah seni suara, tari, wayang, dsb.
Beberapa definisi Kebudayaan yang di kemukakan oleh beberapa ahli :

     Ki Hajar Dewantara Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

    Edward B. TaylorKebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.

    William H. HavilandKebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.

    Bounded et.alKebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat. Pesan-pesan tentang kebudayaan yang di harapkan dapat di temukan di dalam media, pemerintahan, intitusi agama, sistem pendidikan dan semacam itu.

    Kamus Umum Bahasa Indonesia (Badudu- Zain)Kebudayaan adalah, 1 segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia sebagai hasil pemikiran dan akal budinya; 2 peradaban sebagai hasil akal budi manusia; 3 ilmu pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial yang dimanfaatkan untuk kehidupannya dan memberikan manfaat kepadanya.

                   Kebudayaan juga merupakan sistem nilai dan gagasan utama yang vital karena memberikan pola untuk bertingkah laku kepada masyarakatnya atau memberi seperangkat model untuk bertingkah laku. Pada hakekatnya sistem nilai dan gagasan utama ini diperinci oleh sistem ideologi, sistem sosial, dan sistem teknologi. Sistem ideologi meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan untuk sistem sosial dan berupa interpretasi operasional dari sistem nilai dan gagasan utama. Sistem sosial meliputi hubungan dan kegiatan sosial di dalam masyarakat, baik dengan kerabat, masyarakat luas, bahkan pemimpin. Sistem teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaannya.

    Tiga Wujud Kebudayaan Menurut Dimensi Wujudnya

1.kompleks gagasan
2. konsep
3. pikiran manusia


               Perubahan kebudayaan pada dasarnya tidak lain dari para perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan itu. Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yanga statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut.

     KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. 
Tetapi apakah sesederhana itu hubungan keduanya ?
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan

Sumber :
http://laelatulafifah.blogspot.com/2011/11/manusia-dan-kebudayaan.html

Selasa, 06 Mei 2014

Sistem Budaya di Indonesia

Definisi Sosiologi
Sosiologi berasal dari bahasa Yunani yaitu kata socius dan logos, di mana socius memiliki arti kawan / teman dan logos berarti kata atau berbicara. Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin socius yang artinya teman, dan logos dari kata Yunani yang berarti cerita. Menurut Bapak Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial. Menurut ahli sosiologi lain yakni Emile Durkheim, sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu.

Menurut Pitirim Sorokin, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.

J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers, Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

Paul B. Horton, Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

Definisi Antropologi
Antropologi berasal dari kata Yunani, anthropos yang berarti "manusia" atau "orang", dan logos yang berarti ilmu. Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial.

David Hunter, Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.
Koentjaraningrat, Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.

William A. Haviland, Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.

Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu.

Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin dan Yunani, istilah "sistem" diartikan sebagai mengabungkan, untuk mendirikan, untuk menempatkan bersama. Sistem adalah kumpulan elemen berhubungan yang merupakan suatu kesatuan. Sistem adalah Suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
System is an organized scheme or method (Sistem adalah kumpulan skema atau metode).

Pengertian Sosial Budaya
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing. Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat.

Konsep Dasar dalam Sistem Sosial Budaya
Sistem sosial budaya merupakan konsep untuk menelaah asumsi-asumsi dasar dalam kehidupan masyarakat. Pemberian makna konsep sistem sosial budaya dianggap penting karena tidak hanya untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan sistem social budaya itu sendiri tetapi memberikan eksplanasi deskripsinhya melalui kenyataan di dalam kehidupan masyarakat.

Pengertian Konsep
Konsep merupakan ide, gagasan, atau pemikiran-pemikiran yang mentadi dasar ( pembawa arti ). Pada dasarnya konsep masih berwujud abstrak atu hanya angan-angan saja.
·
Sistem Sosial Budaya
A. Sistem merupakan pola-pola keteraturan; kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang saling berhubungan
B. Budaya sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri

Komponen Utama dalam Kebudayaan

1. Kebudayaan Material
Mengacu pada semua ciptaan manusia yang konkret

2. Kebudayaan Nonmaterial
Ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi

Jadi, konsep dalam sistem sosial budaya dapat dideskripsikan sebagai suatu pemikiran dan ide yang berisikan mengenai komponen - komponen membentuk kebudayaan suatu masyarakat.

Pengertian Sistem Sosial Budaya
Pengertian sistem
Menurut Tatang M. Amirin
“Sistem berasal dari bahasa Yunani yang berarti :
1. Suatu hubungan yang tersusun atas sebagian bagian
2. Hubungan yang berlangsung diantara satuan-satuan atau komponen-komponen secara teratur

· Sosial berarti segala sesuatu yang beralian dengan sistem hidup bersama atau hidup bermasyaakat dari orang atau sekelompok orang yang didalamnya sudah tercakup struktur, organisasi, nila-nilai sosial, dan aspirasi hidup serta cara mencapainya.

· Budaya berarti cara atau sikap hidup manusia dalam hubungannya secara timbale balik dengan alam dan lingkungan hidupnya yang didalamnya tercakup pula segala hasil dari cipta, rasa, karsa, dan karya, baik yang fisik materiil maupun yang psikologis, idiil, dan spiritual.

Kehidupan Masyarakat Sebagai Sistem Sosial dan Budaya
· Kehidupan masyarakat dipandang sebagai suatu sistem atau sistem sosial, yaitu suatu keseluruhan bagian atau unsur-unsur yang saling berhubungan dalam suatu kesatuan.

· Alvin L. Bertrand, suatu sistem sosial terdapat :
A. Dua orang atau lebih
B. Terjadi interaksi antara mereka
C. Bertujuan
D. Memiliki struktur, harapan-harapan bersama yang didomaninya.
Dalam sistem sosial pada umumnya terdapat proses yang saling
mempengaruhi. Hal ini disebabkan karena adanya saling keterkaitan
antara satu unsur dengan unsur lainnya.

· Margono Slamet, sistem sosial dipengaruhi oleh ekologi; demografi; kebudayaan; kepribadian; waktu, sejarah, dan latar belakang.

· Ciri utama sstem sosial menerima unsur-unsur dari luar (terbuka).
Namun juga menimbulkan terjalinnya ikatan antarunsur-unsur dengan unsure lainnya (internal) dan saling pertukaran antara sistem sosial itu sendiri dengan lingkungannya (eksternal).

· Proses-proses dalam sistem sosial :
A. Komunikasi
B. Memelihara tapal batas
C. Penjalinan sistem
D. Sosialisasi
E. Pengawasan sosial
F. Pelembagaan
G. Perubahan social

Kehidupan Masyarakat Sebagai Sistem Budaya
· Mempelajari ttg sistem bertindak → perilaku
· Unsur perilaku → “gerak sosial”
4 syarat : - utk mencapai tujuan tertentu
- tjd pd situasi tertentu
- diatur kaidah tertentu
- didorong motivasi tertentu
· Hakikat beberapa subsistem tsb sbg pengaturan/cybernetic order → tiap subsistem yg berada diatasnya mjd pengatur utk subsistem dibawahnya.

· Menurut Parsons, ke 4 subsistem bertindak sbg kebutuhan fungsional yg disebut sbg imperative functional LIGA.

Gerak Sistem Sosial
Subsistem budaya : Latent patern maintenance
Subsistem sosial : Integration
Subsistem kepribadian : Goal attaintment
Subsistem organisasi perilaku : Adaptation

· Latent Patern Maintenence (L) atau fungsi mempertahankan pola. Subsistem budaya memberi jawaban terhadap masalah dari faktor-faktor falsafah hidup.
· Integration (I) atau fungsi integrasi mencakup faktor-faktor penting dalam mencapai keadaan serasi antar sistem.
· Goal atteinment (G) atau fungsi mencapai tujuan.

Faktor penentu :
a) Pengembangan sistem untuk menjunjung nilai dan kaidah.
b) Pengorganisasian untuk mencapai tujuan bersama.

· Adaptation (A) atau fungsi adaptasi. Mencakup pengarahan dan penyesuaian kebutuhan pokok manusia dengan keadaan sekitar.
· Unsur pokok subsistem sosial budaya :
a. Kepercayaan
b. Perasaan dan pikiran
c. Tujuan
d. Kaidah
e. Kedudukan dan peranan
f. Pengawasan
g. Sanksi
h. Fasilitas
i. Kelestarian dan kelangsungan hidup
j. Keserasian kualitas kehidupan dengan lingkungan

· Unsur-unsur pokok dapat dijumpai pada keluarga batih. Ciri-ciri :
a. Adanya kepercayaan terbentuknya keluarga batik dari kodrat alamiah
b. Perwujudan perasaan dan pikiran anggota keluarga batih berupa menghargai, bersaing.
c. Tujuan keluarga batih agar manusia dapat bersosialisasi, mendapat jaminan ketentraman hidup.
d. Memiliki norma yang mengatur hubungan suami dengan istri, orang tua dengan anak- anak mereka.
e. Memiliki kedudukan dan peranan masing- masing
f. f.Memiliki pengawasan tertentu dari orang tua dan masyarakat
g. Adanya penerapan sanksi
h. Adanya sarana pengawasan dan sosialisasi
i. Adanya konsep kelestarian sebagai stabilitas kehidupan manusia, kelangsungan hidup sebagai pencerminan dinamika
j. Adanya kuantitas sebagai pencerminan nilai benda, kualitas pencerminan nilai sikap

Kebudayaan dan Masyarakat
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

· Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

· Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dapat disimpulkan kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
· sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para
anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
· organisasi ekonomi
· alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
· organisasi kekuatan (politik)

Ø Wujud
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga :
A. Gagasan ( Wujud Ideal )
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan
ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh.
B. Aktifitas ( Tindakan )
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial.
C. Artefak ( Karya )
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan.

Komponen
Ø Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret.

Ø Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaanciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau
tarian tradisional.


REFERENSI

http://rusandyharry.blogspot.com/2011/10/sistem-sosial-budaya-indonesia.html

Apa itu Budaya?

Definisi Budaya

           Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. 

      Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” d Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka. Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.


Pengertiaan Kebudayaan

         Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

       Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
       Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.


REFERENSI

http://duniabaca.com/definisi-budaya-pengertian-kebudayaan.html#pengertian